Kamis, 08 Oktober 2026

Pekerjaan Paling Gampang yang Tak Pernah Benar-Benar Selesai

Menjadi ibu rumah tangga itu gampang banget, lho! Kerjanya cuma memantau tumbuh kembang anak, membersihkan rumah, mencuci, memasak, serta mengantar dan menjemput anak sekolah. Anggap saja healing! Bayangkan, setiap hari bisa keliling rumah tanpa perlu pesan tiket, dari kamar ke dapur, dari dapur ke ruang tamu, lalu balik lagi ke dapur karena baru ingat belum mengangkat jemuran. Benar-benar wisata domestik yang tidak kalah melelahkan dari tur keliling Eropa. Bedanya, kalau tur Eropa pulang membawa foto, kalau tur rumah pulang-pulang membawa cucian segunung. 😂

Makanya, heran juga kenapa banyak orang lebih memilih bekerja di luar rumah. Padahal, enak sekali menjadi ibu rumah tangga. Di luar sana, orang harus menghadapi catatan pekerjaan yang menumpuk, tuntutan atasan yang tidak ada habisnya, target yang harus tercapai, revisi berkali-kali, dan segala macam drama kantor. Belum lagi harus menunggu akhir bulan untuk menerima gaji. Kalau jadi ibu rumah tangga, kita tidak perlu pusing memikirkan semua itu. Cukup pusing memikirkan uang belanja yang harus cukup sampai akhir bulan, tagihan yang datangnya lebih rajin daripada tamu, dan kebutuhan anak yang entah kenapa selalu muncul saat saldo rekening sedang menguji kesabaran. Bedanya, pekerja kantoran menunggu tanggal gajian, sedangkan ibu rumah tangga menunggu keajaiban. 🤣

Belum lagi soal mengurus anak. Katanya, bisa sambil rebahan. Betul sekali! Mengawasi anak bisa sambil rebahan, melipat baju bisa sambil duduk, bahkan menyetrika pun rasanya ingin dilakukan sambil tiduran menonton drakor. Coba bayangkan, tangan memegang setrika, mata menatap layar, telinga mengawasi anak, sementara otak berusaha mengingat apakah kompor sudah dimatikan. Multitasking tingkat dewa! Kalau ada olimpiade mengerjakan lima hal sekaligus sambil menahan emosi, ibu rumah tangga mungkin sudah membawa pulang medali emas, perak, dan perunggu sekaligus.

Dan yang paling menyenangkan tentu saja saat anak tantrum. Rasanya seperti menikmati konser orkestra, tetapi semua pemainnya salah not, pemain drumnya kesurupan, pemain biolanya sedang patah hati, dan tidak ada satu pun yang mengikuti aba-aba dirigen. Sementara itu, sang dirigen, alias emak, harus tetap tersenyum sambil berkata, “Iya, Sayang, sini sama Mama,” meskipun dalam hati sudah ingin mengajukan cuti dari kehidupan selama tiga hari kerja. Sayangnya, permohonan cuti ditolak karena pemohon sekaligus merupakan atasan, bawahan, petugas kebersihan, koki, pengasuh, dan bagian layanan pelanggan yang harus siaga 24 jam. 😭

Serius, coba bayangkan betapa asyiknya menjadi ibu rumah tangga. Tidak perlu berangkat pagi-pagi mengejar kemacetan, tidak perlu menghadapi atasan yang menanyakan laporan, dan tidak perlu bekerja keras demi gaji bulanan. Cukup bangun pagi, menyiapkan sarapan, membangunkan anak, merapikan rumah, mencuci pakaian, memasak, mengantar anak sekolah, menjemputnya lagi, membantu mengerjakan tugas, menyiapkan makan malam, lalu membereskan rumah yang entah bagaimana bisa kembali berantakan hanya dalam hitungan menit. Setelah semua selesai, barulah punya waktu untuk beristirahat. Itu pun kalau belum ada yang berteriak, “Mamaaa, aku lapar!”

Sungguh pekerjaan yang sangat santai. Sampai-sampai kalau ditanya, “Hari ini capek, ya?” jawabannya bukan lagi, “Iya, capek banget,” melainkan, “Enggak, kok. Aku cuma sedang mencoba mengingat namaku sendiri karena seharian dipanggil Mama!”

Jadi, memang benar, menjadi ibu rumah tangga itu gampang. Gampang kelelahan, gampang kehilangan waktu untuk diri sendiri, gampang lupa kapan terakhir kali duduk tenang tanpa gangguan, dan gampang menjawab “enggak apa-apa” saat sebenarnya ingin tidur selama dua puluh empat jam. Namun, yang paling gampang dari semuanya adalah orang lain menganggap pekerjaan ini ringan, hanya karena tidak ada atasan yang memberi instruksi dan tidak ada slip gaji yang bisa dijadikan bukti bahwa seharian penuh kita sudah bekerja.

Pokoknya, menjadi ibu rumah tangga itu benar-benar healing. Hanya saja, setelah seharian mengurus rumah dan anak, yang paling ingin kita lihat bukan lagi drakor romantis, melainkan rekening yang bertambah saldo dan tulisan “Anda berhasil tidur nyenyak selama delapan jam tanpa gangguan.” Nah, itu baru akhir cerita yang pantas mendapat rating 10/10! 😂

Pekerjaan Paling Gampang yang Tak Pernah Benar-Benar Selesai

Menjadi ibu rumah tangga itu gampang banget, lho! Kerjanya cuma memantau tumbuh kembang anak, membersihkan rumah, mencuci, memasak, serta me...