Pernah nggak sih kamu dengar suara alarm jam 3.30 pagi yang bunyinya bukan cuma membangunkan tubuh, tapi juga menggetarkan relung hati dan menggoncang jiwa?
Ya, jam segitu, ketika sebagian besar umat manusia masih asyik menjelajahi alam mimpi—mungkin ada yang lagi dikejar dinosaurus atau kencan sama artis Korea—alarm saya sudah menjerit dengan sangat tidak santun. Begitu saya matikan itu alarm, pikiran langsung riuh. “Aduh, udah pagi lagi? Rasa-rasanya baru lima menit meram!”
Tapi, sebelum jiwa saya makin liar kelayapan, langkah pertama adalah minum segelas air putih. Anggap saja ini ritual pengisian bahan bakar awal agar otak tidak overheat. Setelah itu, saya seret kaki ke dapur, mengambil air wudu. Dan serrr... ademnya air wudu jam tiga pagi itu ampuh banget buat memulihkan kesadaran dari status standby ke mode fully awake.
Momen "Spiritual & Refleksi" Sebelum Badai Tiba
Selesai wudu, saya menunaikan 2 rakaat shalat Tahajud dan ditutup 3 rakaat Witir. Momen ini benar-benar syahdu, adem, dan damai banget. Tapi... keheningan itu hanya bertahan sampai salam terakhir.
Begitu usai berdoa, saya refleks mengelus dada. Sret... sret...
Memori langsung loading dengan sangat cepat, mengingatkan saya pada deretan "menu utama" mengawali hari:
- Memasak nasi (karena kalau lupa pencet tombol cook, kelar hidup saya).
- Siap-siap antar anak-anak sekolah (drama pencarian kaos kaki sebelah kiri siap dimulai).
- Mencuci baju & setrikaan (yang tingginya sudah mirip Bukit Menoreh).
- Beres-beres rumah (yang dibersihkan sejam, berantakannya cuma butuh 5 detik).
“Eits, tunggu dulu! Anda pikir itu sudah tugas akhir? Tentu tidak, wahai Ferguso!”
Konser Rock 'n' Roll Bersama Shanum
Setelah semua checklist di atas tuntas, masih ada babak Bonus Stage: memasak buat anak-anak dan mendampingi si kecil Shanum yang usianya baru 5 tahunan.
Memang ya, punya anak umur 5 tahun itu rasanya kayak memelihara energi tanpa batas. Nemani dia bermain itu seru, tapi momen saat mendengarkan dia mulai menangis atau tantrum... beuh, suaranya sudah bukan lagi sekadar tangisan anak-anak. Itu sudah setara konser musik Rock 'n' Roll bertempo tinggi! Ada jeritan melengking ala heavy metal, ketukan kaki kayak drum bass, dan drama melempar mainan sebagai efek panggung.
Tapi ya, beginilah warna-warni kehidupan pagi hari. Dari jam 3.30 pagi yang penuh keheningan dan doa, langsung melompat ke festival musik rock jam 8 pagi. Capek? Jelas. Tapi kalau nggak ada drama-drama lucu begini, rumah bakal sepi banget, kan?
Bagaimana dengan pagi kalian? Ada yang alarmnya kalah kencang sama suara ketukan pintu dapur juga? Coba cerita di kolom komentar, ya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar