Langit tidak pernah perlu berteriak untuk membuktikan betapa luas dirinya. Ia hanya membentang, membiarkan matahari terbit, awan melintas, dan hujan turun pada waktunya. Semua berjalan dalam keheningan yang sangat teratur.
Begitu juga dengan kekuasaan-Nya yang tersebar di sekeliling kita. Ada pada daun yang jatuh tepat di tanah yang membutuhkan nutrisinya, pada detak dada yang tetap berirama saat kita tertidur lelap, dan pada udara segar yang masuk ke paru-paru tanpa pernah mengirimkan tagihan.
Sayangnya, mata kita sering kali terlalu silau oleh kilau dunia. Kita terlalu sibuk menatap apa yang ada di genggaman orang lain, menghitung apa yang belum kita miliki, dan meratapi hal-hal fana yang sebenarnya tidak dibawa mati.
Padahal, untuk melihat kebesaran-Nya, kita tidak perlu menunggu keajaiban besar yang membelah lautan. Cukup diam sejenak, sisihkan bisingnya ambisi, dan lihatlah bagaimana jantungmu masih diberi izin untuk berdetak hari ini.
Di dalam hening itu, kita baru sadar: betapa kecilnya apa yang kita kejar, dan betapa besarnya Apa yang selama ini menjaga kita.