Selasa, 08 September 2026

Aku Masih Disini

Ada hari-hari di mana panggung terasa sangat sepi. Tidak ada tepuk tangan, tidak ada suara sorak-sorai, bahkan tidak ada satu orang pun yang berdiri di pinggir jalan untuk sekadar memberikan lambaian tangan.

Di momen seperti itu, kita menyadari satu hal yang teramat jujur: pada akhirnya, yang melangkah di atas sepatu ini adalah kaki kita sendiri. Yang menghirup napas di tengah lelah adalah paru-paru kita sendiri. Dan yang menyimpan semua rasa sakit tanpa perlu menceritakannya ke siapa-siapa, adalah hati kita sendiri.

Ternyata, tidak punya siapa-siapa untuk diandalkan bukanlah sebuah kemalangan. Itu adalah cara hidup mengajari kita untuk menjadi rumah bagi diri sendiri.

Kita tidak perlu menunggu ucapan “semangat ya” dari orang lain hanya untuk menyelesaikan hari ini. Kita bisa menepuk bahu kita sendiri, menyeduh secangkir minuman hangat, dan berbisik pelan ke dalam dada: “Terima kasih ya, sudah mau bertahan sejauh ini.”

Semangat paling sejati itu bukan berasal dari teriakan orang lain, melainkan dari tekad sunyi di dalam hati yang bilang: “Aku masih di sini, dan aku tidak akan meninggalkan diriku sendiri."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jam 03.30 Pagi: Saat Alarm Menjadi Musuh Bebuyutan dan Rumah Jadi Panggung Rock 'n' Roll!

Pernah nggak sih kamu dengar suara alarm jam 3.30 pagi yang bunyinya bukan cuma membangunkan tubuh, tapi juga menggetarkan relung hati dan m...